Indonesia Menjadi Juara Umum Denmark Open 2019 Berkat Ganda Campuran dan Putra

Berita Olahraga, Bulu Tangkis, Denmark, Indonesia juara

Pertarungan para pebulutangkis handal dalam Super Series seringkali dikuasai lebih dominan oleh Tiongkok dan Jepang. Ketika pagelaran final berakhir, seringkali hanya 2 negara tersebut yang mampu memborong medali lebih banyak. Namun dalam Denmark Open 2019 yang baru berakhir Minggu malam kemarin, Indonesialah yang lebih banyak berhasil untuk membawa pulang gelar dibandingkan dua negara dominasi Tiongkok dan Jepang yang gagal total.

Indonesia Sumbang 2 Gelar di Denmark Open

Indonesia keluar sebagai juara umum dalam Denmark Open 2019 setelah berhasil untuk membawa pulang dua gelar juara di partai final yang diselenggarakan pada Odense Sport Park. Dua gelar kemenangan itu disumbangkan melalui ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan satu lagi melalui ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Gelar yang disumbangkan oleh ganda putra itu sesungguhnya sudah pasti terjadi karena ada All Indonesian Final.

Disana Minions berhadapan dengan seniornya the Daddies yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan hanya dalam waktu 28 menit saja, the Minions mampu menumbangkan seniornya itu dalam dua game langsung 21-14 dan 21-13. Namun satu gelar lagi sesungguhnya sedikit diragukan karena pasalnya Praveen dan Melati akan berhadapan dengan pasangan ganda campuran berperingkat dua dunia Wang Yilyu/Huang Dongping. Tetapi kejutan terjadi dan Indonesia menang.

Meski harus bermain ketat di 3 game, namun pasangan ganda campuran Indonesia berhasil keluar dari tekanan dan membuktikan jika dominasi Tiongkok di nomor ganda campuran ini bisa dipatahkan. Ini karena biasanya nomor tersebut selalu dimenangkan oleh pasangan Tiongkok khususnya yang nomor satu dunia, Zheng Ziwei dan Huang Yaqiong. Sayangnya pasangan ganda campuran nomor satu ini justru takluk sebelumnya di babak semifinal oleh pasangan Indonesia Praveen dan Melati ini.

Gagalnya Tiongkok Raih Satu Gelar Dalam Denmark Open 2019

Tentu saja karena sudah berhasil menaklukkan penguasa di nomor itu, keduanya pun juga percaya diri bahwa mereka bisa menaklukkan yang nomor dua dan ternyata hal itu terbukti khususnya bagi Praveen yang sebelumnya tersandung kasus hingga terancam dikeluarkan oleh PBSI akibat keluar malam. Namun melalui hasil terbaik meraih gelar juara di Denmark ini sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi juara umum, maka Praveen tentu membuktikan jika dirinya bisa menjadi penjegal.

Sementara itu, meskipun Tiongkok menyumbangkan wakil di partai final Denmark Open 2019 lebih banyak, namun tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil berdiri di podium tertinggi. Semuanya harus puas menjadi runner up mulai dari Chen Long di tunggal putra, Huang Yilyu dan Huang Dongping di ganda campuran serta Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan di ganda putri setelah ditaklukkan oleh lawan-lawannya. Di tunggal putra, sepertinya dominasi Kento Momota belum terbendung.

Pemain berperingkat nomor 1 dunia asal Jepang ini masih kokoh di peringkat pertama dan tidak tergusur setelah berhasil menaklukkan unggulan Tiongkok Chen Long dalam dua game langsung dalam kurun waktu yang tidak lama sedikitpun. Kemudian di tunggal putri, dominasi Queen Tai Tzu Ying masih lebih kuat dibandingkan pemain asal Jepang Nozomi Okuhara. Setelah sebelumnya Tzu Ying gagal untuk meraih gelar China Open beberapa minggu lalu, kini dirinya tampil sebagai juara.

Hal ini membuatnya kokoh di peringkat pertama setelah sebelumnya sempat menurun. Kemudian di ganda putri, rupanya pemain non unggulan asal Korea Selatan membuat kejutan di Denmark Open 2019 dengan mengalahkan pasangan unggulan Tiongkok Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan yang notabennya memiliki peringkat lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan Korea Selatan. Kini seluruh pemain menatap French Open yang bergulir tepat setelah Denmark Open kali ini dan berharap jika mereka bisa berhasil meraih gelar.

Read More

Si Nyonya Tua Juventus Masih Jauh Dari Kata Sempurna

berita sepak bola, Juventus, Sepak Bola, Tim olahraga

Juventus masih menjadi penguasa Serie-A Italia dengan raihan Scudetto yang paling banyak. Belum lagi kehadiran Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemicu kekuatan si Nyonya Tua yang sama sekali tidak dapat diremehkan. Meski demikian, pemain bek kiri Juventus yaitu Alex Sandro pun masih beranggapan jika sesungguhnya timnya ini masih jauh dari kata sempurna dan masih belum mampu bersaing untuk meraih gelar liga Champions dari beberapa tim Eropa lainnya.

Masih Banyak yang Harus Dibenahi Oleh Si Nyonya Tua Jika Ingin Terus Juara

Meskipun di akhir pekan yang lalu, Juventus berhasil untuk menaklukkan Bologna dengan mudah, namun Alex Sandro sebagai bek kiri si Nyonya Tua masih beranggapan jika timnya masih belum sempurna bahkan masih banyak pula yang harus diperbaiki. Juventus berhasil untuk memenangkan pertandingan kontra Bologna dengan skor 2-1 ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Ialah Miralem Pjanic dan juga sang mega bintang Cristiano Ronaldo yang berhasil mencetak gol.

Sementara Danilo mencetak gol balasan bagi Bologna namun sayangnya tidak mampu untuk membawa timnya keluar dari tekanan. Kemenangan ini tentu saja tetap memperkokoh posisi Juventus di klasemen sementara. Namun Sandro tetap berpendapat bahwa timnya sesungguhnya bisa melakukan yang lebih baik dibandingkan dengan ini. Dengan satu lagi kemenangan atas Bologna ini, maka Juventus pun semakin tidak terkalahkan di musim ini bahkan satu-satunya.

Bianconeri menjadi satu-satunya tim yang berlaga di liga Italia dan belum memperoleh kekalahan satu pun. Dari sekitar delapan laga yang sudah berlangsung, tujuh berhasil diselesaikan dengan kemenangan sementara satu laga berakhir dengan imbang. Catatan tak terkalahkan ini juga tidak hanya berlaku untuk Serie-A saja melainkan liga Champions juga. Di fase grup, mereka hanya bermain imbang 2-2 kontra Atletico Madrid dan menang 3-0 ketika berjumpa Bayer Leverkusen.

Ronaldo dan Pjanic Semakin Membuktikan Kualitas Dalam Memperkuat Si Nyonya Tua

Sandro menilai jika si Nyonya Tua ini sudah menunjukkan yang terbaik. Namun dia beranggapan jika sesungguhnya timnya masih bisa berbuat yang jauh lebih baik lagi. Dia menambahkan jika setelah melalui jeda internasional, tentu para pemainnya pun akan sedikit kesulitan ketika bermain di liga. Akan tetapi, Sandro mengatakan jika timnya telah memiliki permainan yang sangat baik karena mampu menciptakan begitu banyak peluang untuk mencetak gol dan juga mendikte permainan.

Seperti yang dilansir pada halaman resmi website Juventus, Sandro mengatakan jika mereka cenderung seringkali bersenang-senang ketika sedang memegang bola. Akan tetapi, tidak memungkiri sama sekali jika mereka masih harus meningkatkan kemampuan diri dengan baik dan juga selalu mengakhiri permainan dengan positif. Mereka masih memiliki kekurangan apalagi jika berada di liga Champions namun Sandro yakin jika timnya memiliki mentalitas juara yang tinggi.

Sandro mengatakan jika intinya mereka harus terus menderita sampai akhir sebelum menemukan jalan keluar menuju tangga juara. Dengan Cristiano Ronaldo yang semakin nyaman dalam tim, maka Juventus semakin tidak terkalahkan. Gol demi gol tercipta melalui kakinya seperti ketika Ronaldo masih bermain untuk membela Real Madrid. Bahkan kini, Pjanic pun mulai menunjukkan kualitas dirinya sebagai pemain dan sering mencetak gol. Pjanic juga mengatakan dirinya sangat bahagia.

Dia senang dilatih oleh mantan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri dan sangat senang berada di tengah-tengah para pemainnya. Di situs klub, Pjanic mengatakan jika dirinya sedang dalam kondisi yang baik, semakin dewasa dan juga lebih percaya diri lagi dalam bermain. Dia mengatakan jika mencetak gol untuk si Nyonya Tua ini begitu menyenangkan namun akan lebih baik jika mereka bukan hanya bisa juara di Italia melainkan juara di liga Champions juga.

Read More

Real Madrid Kembali Dekati Jose Mourinho Untuk Menjadi Pelatih Kepala

Berita Olahraga, berita sepak bola, Real Madrid

Seiring dengan penampilan Los Blancos yang semakin menurun baik itu di Liga Spanyol maupun juga Liga Champions, maka rumor akan ada pergantian pelatih kembali mencuat. Bahkan baru-baru ini pun terdengar kabar bahwa Presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez telah menghubungi Jose Mourinho untuk menawarkan posisi manajer Madrid yang baru untuk menggantikan Zinedine Zidane yang sepertinya sudah kehilangan sentihan magisnya pada tim ini.

Jose Mourinho Diisukan Akan Latih Real Madrid Kembali

Sesungguhnya berita tentang pergantian pelatih Real Madrid ini bukan merupakan berita baru lagi sebab beberapa bulan lalu, isu ini sudah muncul mengingat rentetan hasil buruk yang dialami oleh Madrid selama berkompetisi di musim ini khususnya di Liga Champions mengingat status mereka adalah juara bertahan 3 kali beruntun. Akan tetapi, rumor itu kemudian lenyap dan mereda setelah Madrid mulai menunjukkan kemenangannya di liga domestik sehingga posisi Zidane masih aman.

Namun sepertinya pihak manajemen dari Madrid tetap memiliki hasrat untuk mengganti pelatih mereka bahkan Florentino Perez diketahui sudah menghubungi Jose Mourinho kembali mengingat pasca melatih MU, Mourinho masih belum bergabung dengan tim manapun. Kemudian isu ini kembali muncul ke permukaan lagi setelah Madrid mengalami kekalahan perdana mereka di La Liga ketika berhadapan dengan tim Mallorca yang notabennya mereka merupakan tim promosi yang lebih lemah.

Meskipun hanya tumbang dengan skor tipis 1-0, tetap saja ini merupakan kekalahan yang memalukan mengingat status dan level kedua tim ini berbeda jauh. Kekalahan inilah yang menyebabkan pihak petinggi dan manajemen Madrid merasa geram dan jenuh dengan permainan tim yang semakin memburuk. Karena itulah, mereka mencoba untuk kembali lagi menghidupkan rencana pergantian pelatih kepala dan mereka sedang berada dalam tahap menemukan orang tepat.

Real Madrid Butuh Sosok Jose Mourinho Untuk Kembalikan Performa

Menurut kabar yang berhembus, Jose Mourinho disebut-sebut menerima panggilan telepon dari Perez ini setelah Real Madrid menelan kekalahan. Bahkan diketahui jika sesungguhnya Perez sudah sangat lama melakukan komunikasi dengan pelatih yang berasal dari Portugal ini. Ia menginginkan Mou untuk kembali lagi menuju Spanyol dan kembali menangani tim yang memiliki julukan lain Los Merengues ini. Bahkan Perez juga telah membahas berbagai macam kemungkinan dengan Mou.

Perez dengan gamblang menawarkan kesempatan lagi untuk menjabat sebagai pelatih kepala. Diketahui jika rupanya Mourinho merasa tertarik untuk kembali lagi ke Spanyol dan menangani Madrid. Namun masih ada opsi lain yang dapat diambilnya. Salah satunya adalah Mou memperoleh tawaran untuk dapat melatih tim Tottenham Hotspur. Banyak sekali yang menilai jika permainan Madrid semakin buruk dan juga tidak dapat terkontrol lagi sehingga rawan untuk menelan kekalahan.

Menurut Jose Felix Diaz yang merupakan seorang jurnalis Marca, Madrid bermain begitu buruk ketika berhadapan dengan Mallorca dan sama sekali tidak melihat intensitas yang dianggap mampu untuk meraih kemenangan. Meskipun kekalahan ini adalah yang pertama di musim ini dalam liga domestik, tetap saja performa Madrid mendapatkan banyak sekali sorotan dari berbagai pihak. Ini karena mereka tidak pernah mampu untuk tampil dengan begitu konsisten bahkan di dalam Liga Champions. Jose Felix Diaz pun memberikan penilaian yang negatif pada Real Madrid meskipun sang pelatih memiliki rencana untuk membuat timnya langsung tampil menyerang. Namun sayangnya teknik itu tidak berjalan lancar. Meskipun starting eleven yang dipasang oleh pelatih asal Perancis ini adalah susunan pemain yang menyerang, namun rupanya para pemain Real Mallorca cukup mempersulit dan menimbulkan petaka pada akhirnya untuk tim tersebut.

Read More

Status Pemain Real Madrid yang Siap Untuk Hadapi Galatasaray

Berita Olahraga, Real Madrid, Sepak Bola, Tim olahraga

Jelang laga menghadapi Galatasaray yang terjadi di pertengahan pekan ini, kabar yang baik berhemus di kubi Real Madrid karena pasalnya para beberapa pemain yang cedera sudah pulih dan bisa kembali lagi untuk memperkuat tim. Salah satu winger andalan mereka yaitu Lucas Vasquez dikabarkan telah pulih dari cedera yang membekapnya dan siap untuk membela dan mendukung madrid untuk bermain di berbagai liga yang akan mereka hadapi termasuk Champions.

Kembalinya Lucas Vazquez ke Real Madrid Pasca Cedera

Di pertengahan pekan ini, Real Madrid telah melalui sebuah partai tandang yang begitu penting kobntra Galatasaray dimana mereka wajib untuk raih kemenangan karena mereka sedang terancam untuk gugu atau pulan lebih awal dalam liga Champions. Namun, jelang laga berhadapan dengan tim yang asalnya dari Turki ini, sejumlah pemain penting dalam tim ini justru dilanda cedera satu dengan lainnya bahkan juga Ini dianggap sebagai pemicu terjadinya kekalahan yang menimpa mereka.

Namun kini, Madrid mendapatkan kabar baik karena salah satu pemainnya pun pulih dari cedera yaitu Lucas Vazquez yang dikabarkan sidah siap untuk membela Madrid kembali dan menerima pesanan. Menurut kabar yang beredar, Vazquez pun telah dinyatakan sehat dan pulih dari cedera yang sudah menimpanya dan membuatnya tidak mampu untuk meraih hasil positif. Sebelumnya Vazquez absen dalam membela tim karena betisnya mengalami cedera namun sekarang sudah sembuh.

Cedera itu dianggap sudah berkhir bahkan Vazquez diketahui telah melalui latihan dengan skuad utama Madrid. Pemain yang ditempatkan pada bagian wnger atau sayap ini juga diyakini akan ikut melawat menuju Turki di lanjutan liga Champions. Diduga dirinya akan mulai bermain kontra Galatasaray meskipun tidak akan bermain dengan penuh dan bisa jadi menggantikan pemain lainnya karena menjaga performa pemainnya yang baru pulih dari cedera panjang dan tidak memaksakan.

Kondisi Pemain Real Madrid yang Masih Tanda Tanya Ketika Berhadapan Dengan Galatasaray

Dalam laporan itu, Real madrid tidak hanya akan berangkat dengan membawa Lucas Vazquez melainkan terdapat kabar jika Madrid masih akan menunggu status dari sebagian pemainnya yaitu Gareth Bale dan juga Luka Modric. Kedua pemain ini pun juga diketahui mengalami cedera tepat ketika jeda international atau pada saat para pemain kembali ke negara masing-masing dalam membela tim untuk sesi kualifikasi Euro maupun hanya menjalani laga persahabatan dengan tim lain.

Sejak pemainnya mengalami cedera, maka mereka sudah tidak lagi terlihat pada pertandingan menghadapi Mallorca. Tim kepelatihan Madrid pun tidak tahu tentang kondisi terkini dari kedua tim tersebut karena mereka perlu tahu kondisi sesungguhnya sebelum membuat keputusan apakah pemain yang cedera ini akan dibawa menuju Turki atau dibiarkan saja menjalani pengobatannya. Dengan banyaknya pemain yang cedera dan juga yang baru pulih, maka sulit sekali untuk menang.

Pasca menelan kekalahan dari Mallorca, Madrid kembali lagi harus berhadapan dengan tim negara lainnya untuk menjalankan liga Champions. Buruknya adalah, Madrid sama sekali belum pernah berhasil untuk menang sehingga wajar jika mereka harus membidik kemenangan disini jika mereka tetap mau menjaga asa untuk lolos menuju babak selanjutnya. Madrid harus benar-benar fokus dan tidak boleh lengah sedikitpun karena jik menelan kekalahan, maka bisa jadi mereka terliminasi.

Real Madrid harus segera melepaskan mimpi buruk mereka kalah dari Mallorca sehingga mereka bisa fokus untuk berhasil menang dan bertahan di fase grup sehingga melnjaga peluang untuk menjadi tim juara di Liga Champions. Belum lagi, mereka selama ini dikenal senagai 3 kali juara Champions beruntun sehingga tidak mungkin juara bertahan tersingkir pada babak awal karena tidak mampu menjadi dua tim terbaik yang akan diloloskan menuju babak berikutnya dari Liga Champions.

Read More